This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Rabu, 31 Oktober 2012

Pengalaman 3 tahun


Pengalaman 3 Tahun Terakhir
(SMP Kelas 2 – SMA Kelas 1)
Nama saya Hutrizain Claudio Raypa Saragih (Dalton), atau yang akrab dipanggil Zain. Saya lahir pada tanggal 17 Agustus 1996. Hobi saya adalah bermain basket dan teknologi. Cita-cita saya adalah menjadi seorang pilot. Sekarang saya duduk di kelas 2, di SMAN 2 Balige, Toba Samosir. Dan sekarang saya akan menceritakan kisah saya 3 tahun belakangan, yaitu mulai dari SMP kelas 2 sampai SMA kelas 1. Saya mempunyai sebuah motto yaitu setiap perbuatanmu yang kau lakukan adalah cerminan dari dirimu yang sering saya singkat menjadi SYKLACDD
-x-x-x-
Pada saat SMP, saya bersekolah di SMP RK Bintang Timur Pematangsiantar. Ketika kelas 2, menurut saya merupakan momen yang paling menyenangkan, karena pada saat itu kita bebas untuk bermain dan juga untuk meraih prestasi. Pada saat kelas 2 SMP juga saya merasakan yang namanya jatuh cinta. Baiklah saya akan menceritakan kisah saya selama kelas 2. Pada saat kelas 2 saya sangat akrab dengan 3 sahabat saya, yaitu Tota Simbolon, Bonifasius Sirait, dan Trys Ginting. Kami sering keliling kota atau mereka datang ke rumah saya untuk bermain.
Pada hari sabtu ketika pulang sekolah hampir setiap minggu saya dan teman-teman saya bermain futsal di tempat penyewaan lapangan futsal yang ada di dekat sekolah kami. Ketika kelas 2 itu, saya sangat fokus dalam belajar. Saya sangat ingin meraih juara pada saat itu, tetapi saya tidak ingin mendapatkan juara dengan cara instan, seperti mencontek atau kerja sama ketika ujian. Tetapi sebaliknya saya meyakinkan diri saya bahwa saya dapat meraih juara dengan kerja keras saya sendiri.
Ketika ujian-ujian yang dibuat oleh guru-guru baik ujian harian ataupun ujian tengah semester atau ujian semester saya sering mendapatkan nilai di antara 85 sampai 95 dan kadang-kadang mendapatkan nilai di atas 95. Tetapi nilai-nilai saya juga ada yang di bawah 85 bahkan sampai di bawah KKM khususnya pada pelajaran IPS, maklumlah mungkin memang tidak minat ke pelajaran IPS.
Dan akhirnya kerja keras saya dalam belajar selama kelas 2 tidak sia-sia, ketika pengumuman juara kelas pada saat semester 1 memang saya hanya mendapatkan rangking 11 tetapi ketika semester ke 2 saya sangat bahagia karena saya dapat mendapatkan juara 1 dan orang tua saya sangat bangga akan hal itu. Memang saya sangat bangga akan hal itu karena baru pertama sekali saya mendapatkan juara 1, dan terlebih lagi saya mendapatkan juara 1 di sekolah yang favorit dan di kelas yang menjadi unggulan juga, saya amat banga dengan prestasi saya itu.
Sebenarnya saya mendapatkan juara bukan hanya pengaruh dari diri saya sendiri tetapi juga ada support dari keluarga dan juga dari orang yang sangat saya cintai pada saat itu. Saya akan menceritakan secara ringkas tentang kisah cinta saya ketika kelas 2. Saya berpacaran dengan perempuan tersebut selama kurang lebih 1,5 tahun. Memang tidak terlalu banyak pengalaman menarik di antara kami, tetapi selama kami menjalani hubungan itu kami sangat bahagia dan saling menyayangi.
Baiklah mungkin itu yang dapat saya ceritakan dari pengalaman saya selama kelas 2.
-x-x-x-
Selanjutnya saya akan menceritakan kisah dan pengalaman saya ketika kelas 3. Ketika saya kelas 3, keakraban di antara saya dan ketiga sahabat saya semakin kuat, dan kebiasaan kami bermain futsal setiap sabtu sudah mulai berkurang . Tidak tahu apa sebabnya, apakah karena teman-teman yang sudah fokus dengan belajar atau karena sudah tidak punya cukup uang lagi untuk membayar lapangan yang disewa tersebut.
Dan untuk mengganti kebiasaan bermain futsal tersebut, saya dan sahabat saya semakin sering datang ke rumah saya dan terkadang teman yang lain juga ikut, dan bahkan orang tua saya sudah mengenal semua sahabat saya dengan baik. Keadaan akademik atau pelajaran saya pada saat itu menurun, mungkin karena saya terlalu banya bermain-main, padahal seharusnya saya harus fokus untuk menghadapi UN dan masuk ke SMA pilihan saya nantinya.
Dan keadaan akademik saya yang menurun itu berakibak pada rangking saya, ketika pengumuman juara kelas 3 semester 1, saya hanya mendapatkan juara 7. Tetapi saya tidak perlu terpuruk akan hal itu dan saya hanya perlu mengubah pola belajar saya. Dan ketika saya mencoba cara belajar yang baru, keadaan akademik saya semakin meningkat dan imbasnya akhirnya saya rasakan, yaitu pada saat pengumuman juara semester 2 saya mendapatkan rangking 3. Dan itu sudah baik menurut saya.
Ketika masa-masa ujian, mulai dari ujian tengah semester, ujian semester, ujian praktik untuk UAS, ujian akhir sekolah dan ujian nasional adalah masa-masa yang sangat berat yang saya rasakan. Bukan hanya kesulitan dalam banyaknya pelajaran yang harus dipelajari, tetapi juga kesulitan karena intensitas ujian yang cukup sering dan jadwal yang padat.
Tetapi semua usaha saya tidak sia-sia, karena ketika UN saya mendapatkan nilai yang cukup memuaskan yaitu 36,75. Satu pengalaman yang cukup menarik adalah ketika saya, sahabat saya Bonifasius,  Tota dan bersama seorang teman yang bernama Bintang pergi ke sawah orang tua Tota untuk memanen ikan. Ketika itu kami bermain dan bersenang-senang dan menjadi pengalaman yang cukup sulit untuk dilupakan.
Kemudian pengalaman saya ketika ingin memasuku SMA pilihan saya. Ketika itu, di suatu pagi ketika berbaris, bapak PKS memberikan informasi tentang sekolah Asrama Yayasan Soposurung yang bekerja sama dengan SMAN 2 Balige. Pada awalnya saya hanya ikut-ikutan karena saya tahu abang saya pun mengikuti tes ini tahun lalu tetapi tidak lulus.
Setelah melihat semua persyaratannya, akhirnya saya menulis surat lamaran saya untuk dapat mendaftar ke Asrama Yayasan Soposurung ini. Tak berapa lama kemudian akhirnya surat lamaran saya dibalas yang menunjukkan saya dapat mendaftar untuk menjadi peserta seleksi untuk dapat masuk ke sekolah ini. Setelah mendaftar, saya mengikuti tes yang pertama, yaitu tes akademik, dari pengumuman tes tersebut, saya dinyatakan lulus dan berhak mengikuti tes tahap ke dua, yaitu tes psikologi di hari pertama, kesamaptaan, kesehatan, dan wawancara di hari kedua.
Tes tahap kedua pun dimulai saya datang menuju Balige bersama dengan Bapak saya. Bapak saya yang selalu mendukung setiap perjuangan saya memberikan nasihat untuk dapat mengikuti tes dengan baik. Tes hari pertama adalah tes psikologi, tes tersebut dapat saya lewati dengan baik, walaupun saya sempat mendapatkan kesulitan di tes nomor koran. Di keesokan harinya saya pertama mengikuti tes wawancara dan ketika itu yang mewawancarai saya adalah Ms. Risda Butar Butar. Lalu dilanjutkan dengan tes kesehatan oleh dr. Tota Manurung. Dan tes kesamaptaan oleh Pak Apri Hutabarat. Dan setelah tes itu kami pun pulang ke Siantar dan berharap dapat lulus pada tes tahap ke dua.
Tetapi sebagai cadangan apabila tidak lulus tes tahap dua, saya memilih SMA Budi Mulia Pematangsiantar sebagai opsi kedua apabila saya tidak lulus. Waktu berlalu cepat dan tanpa sadar dan tanpa persiapan saya harus menghadapi tes di SMA Budi Mulia. Beberapa hari kemudian saya melihat nama saya lulus di SMA Budi Mulia Pematangsiantar, dalam hati saya berpikir setidaknya saya sudah mempunyai pilihan lain sekolah saya yang berikutnya.
Seminggu kemudian pengumuman tes yang menegangkan ada di koran SIB, saya pada awalnya tahu bahwa saya lulus tes tahap kedua dari teman saya, dia memberitahu saya melalui SMS bahwa saya lulus tes. Untuk memastikan saya melihat koran SIB dan saya sangat terkejut karena saya menemukan nama saya sebagai nama yang lulus tes. Orang tua dan keluarga saya pun juga bahagia mendengarnya. Dan ketika itu saya juga melihat nama sahabat saya Tota Simbolon ada dalam nama peserta yang lulus dan saya berpikir berarti saya tidak terlalu sulit untuk beradaptasi karena Tota juga lulus disana.
Itulah pengalaman saya selama kelas 3 SMP dan sampai sebelum masuk SMA

.::Thank You for Sign in Internazionale Milano FC Blog::.

Skyline Soccer...

Penalty Shootout...