Pengalaman 3 Tahun Terakhir
(SMP Kelas 2 –
SMA Kelas 1)
Nama
saya Hutrizain Claudio Raypa Saragih (Dalton), atau yang akrab dipanggil Zain. Saya
lahir pada tanggal 17 Agustus 1996. Hobi saya adalah bermain basket dan
teknologi. Cita-cita saya adalah menjadi seorang pilot. Sekarang saya duduk di kelas 2, di SMAN 2 Balige,
Toba Samosir. Dan sekarang saya akan
menceritakan kisah saya 3 tahun belakangan, yaitu mulai dari SMP kelas 2
sampai SMA kelas 1. Saya mempunyai sebuah motto yaitu setiap perbuatanmu yang kau
lakukan adalah cerminan dari dirimu yang sering saya singkat menjadi
SYKLACDD
-x-x-x-
Pada saat SMP, saya
bersekolah di SMP RK Bintang Timur Pematangsiantar. Ketika kelas 2, menurut
saya merupakan momen yang paling menyenangkan, karena pada saat itu kita bebas
untuk bermain dan juga untuk meraih prestasi. Pada saat kelas 2 SMP juga saya
merasakan yang namanya jatuh cinta. Baiklah saya akan menceritakan kisah saya
selama kelas 2. Pada saat kelas 2 saya sangat akrab dengan 3 sahabat saya,
yaitu Tota Simbolon, Bonifasius Sirait, dan Trys Ginting. Kami sering keliling
kota atau mereka datang ke rumah saya untuk bermain.
Pada hari sabtu ketika
pulang sekolah hampir setiap minggu saya dan teman-teman saya bermain futsal di
tempat penyewaan lapangan futsal yang ada di dekat sekolah kami. Ketika kelas 2
itu, saya sangat fokus dalam belajar. Saya sangat ingin meraih juara pada saat
itu, tetapi saya tidak ingin mendapatkan juara dengan cara instan, seperti
mencontek atau kerja sama ketika ujian. Tetapi sebaliknya saya meyakinkan diri
saya bahwa saya dapat meraih juara dengan kerja keras saya sendiri.
Ketika ujian-ujian yang
dibuat oleh guru-guru baik ujian harian ataupun ujian tengah semester atau
ujian semester saya sering mendapatkan nilai di antara 85 sampai 95 dan
kadang-kadang mendapatkan nilai di atas 95. Tetapi nilai-nilai saya juga ada
yang di bawah 85 bahkan sampai di bawah KKM khususnya pada pelajaran IPS,
maklumlah mungkin memang tidak minat ke pelajaran IPS.
Dan akhirnya kerja keras
saya dalam belajar selama kelas 2 tidak sia-sia, ketika pengumuman juara kelas
pada saat semester 1 memang saya hanya mendapatkan rangking 11 tetapi ketika
semester ke 2 saya sangat bahagia karena saya dapat mendapatkan juara 1 dan
orang tua saya sangat bangga akan hal itu. Memang saya sangat bangga akan hal
itu karena baru pertama sekali saya mendapatkan juara 1, dan terlebih lagi saya
mendapatkan juara 1 di sekolah yang favorit dan di kelas yang menjadi unggulan
juga, saya amat banga dengan prestasi saya itu.
Sebenarnya saya mendapatkan
juara bukan hanya pengaruh dari diri saya sendiri tetapi juga ada support dari
keluarga dan juga dari orang yang sangat saya cintai pada saat itu. Saya akan
menceritakan secara ringkas tentang kisah cinta saya ketika kelas 2. Saya
berpacaran dengan perempuan tersebut selama kurang lebih 1,5 tahun. Memang
tidak terlalu banyak pengalaman menarik di antara kami, tetapi selama kami
menjalani hubungan itu kami sangat bahagia dan saling menyayangi.
Baiklah mungkin itu yang
dapat saya ceritakan dari pengalaman saya selama kelas 2.
-x-x-x-
Selanjutnya saya akan
menceritakan kisah dan pengalaman saya ketika kelas 3. Ketika saya kelas 3,
keakraban di antara saya dan ketiga sahabat saya semakin kuat, dan kebiasaan
kami bermain futsal setiap sabtu sudah mulai berkurang . Tidak tahu apa
sebabnya, apakah karena teman-teman yang sudah fokus dengan belajar atau karena
sudah tidak punya cukup uang lagi untuk membayar lapangan yang disewa tersebut.
Dan untuk mengganti
kebiasaan bermain futsal tersebut, saya dan sahabat saya semakin sering datang
ke rumah saya dan terkadang teman yang lain juga ikut, dan bahkan orang tua
saya sudah mengenal semua sahabat saya dengan baik. Keadaan akademik atau
pelajaran saya pada saat itu menurun, mungkin karena saya terlalu banya
bermain-main, padahal seharusnya saya harus fokus untuk menghadapi UN dan masuk
ke SMA pilihan saya nantinya.
Dan keadaan akademik saya
yang menurun itu berakibak pada rangking saya, ketika pengumuman juara kelas 3
semester 1, saya hanya mendapatkan juara 7. Tetapi saya tidak perlu terpuruk
akan hal itu dan saya hanya perlu mengubah pola belajar saya. Dan ketika saya
mencoba cara belajar yang baru, keadaan akademik saya semakin meningkat dan
imbasnya akhirnya saya rasakan, yaitu pada saat pengumuman juara semester 2
saya mendapatkan rangking 3. Dan itu sudah baik menurut saya.
Ketika masa-masa ujian,
mulai dari ujian tengah semester, ujian semester, ujian praktik untuk UAS,
ujian akhir sekolah dan ujian nasional adalah masa-masa yang sangat berat yang
saya rasakan. Bukan hanya kesulitan dalam banyaknya pelajaran yang harus
dipelajari, tetapi juga kesulitan karena intensitas ujian yang cukup sering dan
jadwal yang padat.
Tetapi semua usaha saya
tidak sia-sia, karena ketika UN saya mendapatkan nilai yang cukup memuaskan
yaitu 36,75. Satu pengalaman yang cukup menarik adalah ketika saya, sahabat
saya Bonifasius, Tota dan bersama seorang
teman yang bernama Bintang pergi ke sawah orang tua Tota untuk memanen ikan.
Ketika itu kami bermain dan bersenang-senang dan menjadi pengalaman yang cukup
sulit untuk dilupakan.
Kemudian pengalaman saya ketika ingin memasuku SMA pilihan saya. Ketika
itu, di suatu pagi ketika berbaris, bapak PKS memberikan informasi tentang
sekolah Asrama Yayasan Soposurung yang bekerja sama dengan SMAN 2 Balige. Pada
awalnya saya hanya ikut-ikutan karena saya tahu abang saya pun mengikuti tes
ini tahun lalu tetapi tidak lulus.
Setelah melihat semua persyaratannya, akhirnya saya menulis surat
lamaran saya untuk dapat mendaftar ke Asrama Yayasan Soposurung ini. Tak berapa
lama kemudian akhirnya surat lamaran saya dibalas yang menunjukkan saya dapat
mendaftar untuk menjadi peserta seleksi untuk dapat masuk ke sekolah ini.
Setelah mendaftar, saya mengikuti tes yang pertama, yaitu tes akademik, dari
pengumuman tes tersebut, saya dinyatakan lulus dan berhak mengikuti tes tahap
ke dua, yaitu tes psikologi di hari pertama, kesamaptaan, kesehatan, dan wawancara
di hari kedua.
Tes tahap kedua pun dimulai saya datang menuju Balige bersama dengan
Bapak saya. Bapak saya yang selalu mendukung setiap perjuangan saya memberikan
nasihat untuk dapat mengikuti tes dengan baik. Tes hari pertama adalah tes
psikologi, tes tersebut dapat saya lewati dengan baik, walaupun saya sempat
mendapatkan kesulitan di tes nomor koran. Di keesokan harinya saya pertama
mengikuti tes wawancara dan ketika itu yang mewawancarai saya adalah Ms. Risda
Butar Butar. Lalu dilanjutkan dengan tes kesehatan oleh dr. Tota Manurung. Dan
tes kesamaptaan oleh Pak Apri Hutabarat. Dan setelah tes itu kami pun pulang ke
Siantar dan berharap dapat lulus pada tes tahap ke dua.
Tetapi sebagai cadangan apabila tidak lulus tes tahap dua, saya memilih
SMA Budi Mulia Pematangsiantar sebagai opsi kedua apabila saya tidak lulus.
Waktu berlalu cepat dan tanpa sadar dan tanpa persiapan saya harus menghadapi
tes di SMA Budi Mulia. Beberapa hari kemudian saya melihat nama saya lulus di
SMA Budi Mulia Pematangsiantar, dalam hati saya berpikir setidaknya saya sudah
mempunyai pilihan lain sekolah saya yang berikutnya.
Seminggu kemudian pengumuman tes yang menegangkan ada di koran SIB,
saya pada awalnya tahu bahwa saya lulus tes tahap kedua dari teman saya, dia
memberitahu saya melalui SMS bahwa saya lulus tes. Untuk memastikan saya
melihat koran SIB dan saya sangat terkejut karena saya menemukan nama saya
sebagai nama yang lulus tes. Orang tua dan keluarga saya pun juga bahagia
mendengarnya. Dan ketika itu saya juga melihat nama sahabat saya Tota Simbolon
ada dalam nama peserta yang lulus dan saya berpikir berarti saya tidak terlalu
sulit untuk beradaptasi karena Tota juga lulus disana.
Itulah pengalaman saya selama kelas 3 SMP dan sampai sebelum masuk SMA